Artikel Dosen

Al Qur’an dan Hati Batu

Edisi Muhasabah Diri

stitmumtaz. Al-Qur’an yang diturunkan kepada Kekasih tercinta Nabi Muhammad SAW yang Agung yang diakhir hayatnya hanya mengingat kita ummatnya tidak ada lagi yang diingat selain kita ummatnya karena rasa sayang beliau yang begitu besar kepada kita maka balaslah kasih sayang beliau dengan bersholawat minimal 10 kali dalam sehari agar kelak kita bisa berjumpa dan mendapatkan syafaat di yaumul akhir dari beliau. amin.

Al-Qur’an menjadi pedoman ummat manusia ketika manusia tersesat kedalam kegelapan. dan Al-Qur’an juga menjadi obat bagi hati yang sakit, resah, gundah, sedih, dan putus asa. bahkan ketika kita sering membaca Al-Qur’an dialah kelak yang akan menerangi kita dialam kubur ketika yang lainnya menjauh bukan anak, istri, harta maupun jabatan. Oleh karena itu, jangan sampai kita terlewat satu haripun untuk tidak membaca Al-Qur’an.  Allah berfirman, Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS Yunus [10]: 57). Pada ayat lain, Katakanlah, ‘Alquran ialah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. ‘ (QS Fushshilat [41]: 44).

Al-Qur’an juga menjadi obat bagi hati-hati yang mengeras seperti batu yang tidak mau menerima kebenaran sedikitpun maka dengan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an hati batupun akan luluh dan menangis karenanya. hati kita sebenarnya seperti lampu yang terang benderang tetapi karena kita sering melakukan dosa dan kemaksiatan sehingga ketika kita melakukan satu dosa maka sesungguhnya hati kita tertutup kain hitam yang lama kelamaan kain hitam itu akan menutupi hati kita yang terang sehingga menjadi gelap dan sudah dipastikan akan sulit menerima kebenaran Sang Ilahi. Allah Berfirman “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra: 82). firman Allah SWT yang dinyatakan jelas dalam surat Ara-ra’d pada ayat 28 : “Orang-orang yang beriman akan memiliki hati yang tenang dan tenteram jika selalu ingat dengan Allah SWT, maka ingatlah karena hanya dengan mengingat-Nya, hatimu menjadi tenteram.”

Ir. Abduldaem Al-Kaheel dalam bukunya yang berjudul “Al-Qur`an The Healing Book” menjelaskan beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang bisa dibaca saat seseorang merasakan sakit baik rohani maupun jasmani. Berikut penjelasannya.

  1. Membaca Surah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali

Surah Al-Fatihah sebagai pembuka dari kitab suci Al-QUr’an memiliki banyak keutamaan. Para ulama pun telah bersepakat mengenai keunggulan surah yang juga disebut sebagai Ummul Qur’an ini.

Rasulullah SAW bersabda “Demi Zat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, Allah SWT tidak menurunkan surah yang setara dengan surah Al Fatihah dalam Taurat, Injil, dan Zabur, bahkan dalam Al Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Membaca Ayat Kursi atau Al-Baqarah Ayat 255

Ayat Kursi diyakini punya posisi penting dalam penyembuhan jika dibaca bagi mereka yang sedang sakit. Allah SWT akan memelihara orang yang membacanya dari seluruh kejahatan, keburukan, dan penyakit. Ayat ini sangat disarankan untuk dibaca pada saat pagi dan sore hari.

  1. Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

Rasulullah menyebutkan, barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah malam hari, maka Allah akan melindunginya dari berbagai keburukan, penyakit, rasa khawatir, dan gelisah.

  1. Surah Al-Ikhlas

Surat ini setara dengan sepertiga Al Qur’an, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW. Surat ini mengandung makna tentang sifat-sifat keesaan Allah SWT yang tak ada di ayat lainnya. Karenanya, surat ini disebut penting sekali untuk penyembuhan semua penyakit.

  1. Surah Al-Falaq dan An-Naas

Rasulullah SAW bersabda, tidak ada sesuatu yang bisa melindungi seorang mukmin melebihi dari dua surat ini. Ketika seorang mukmin berlindung kepada Allah SWT dan membaca dua surat ini, maka Allah SWT akan melindungi dan membentenginya dari berbagai keburukan penyakit.

 

karimun, Oktober 2021

M. Vriyatna, M.I.Kom

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close