Artikel Dosen

Belajar Dari Buaian Sampai Liang Lahat

Edisi Parenting

stitmumtaz. “Belajar Dari Buaian Sampai Liang Lahat” itulah pepatah yang seringkali kita dengar agar senantiasa terpacu semangat untuk menuntut ilmu. Dari buaian seorang bayi akan selalu belajar untuk beradaptasi dengan dunia baru yang sebelumnya ketika didalam rahim makanan akan diberikan melalui plasenta atau ari-ari  sehingga seorang bayi tidak susah payah mencari makanan. sedangkan ketika lahir dia akan belajar mempelajari berbagai macam pengetahuan baru seperti ketika dia lapar dia akan menangis, ketika di gigit semut atau nyamuk dia akan menangis, ketika dia buang air bersa maupun dia menangis itu artinya dengan tangisan dia belajar bagaimana memanggil orang dewasa untuk memperhatikannya.

Ibu menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya untuk mengenal dunia lebih banyak dan lebih jauh lagi. karena disanalah diajarkan tentang bagaimana mempertahankan hidup, ilmu tentang lingkungan, ilmu tentang psikologi dan yang lainnya. seorang bayi juga ketika mulai belajar berjalan seorang bayi seringkali terjatuh tetapi semangat tidak menyerah agar bisa berjalan dengan tegap dan lancar meskipun terjatuh tetapi yang terpenting bangkit kembali untuk bisa mencapai tujuan yaitu berjalan dengan lancar.

ketika kita menginjak dewasa keingintahuan tentang kehidupan menjadi lebih besar sehingga dituntut untuk lebih dalam hal mencari ilmu tersebut. Dalam menjawab keingintahuan tentang kehidupan maka salah satu solusi didirikannya pendidikan baik formal maupun non formal untuk menghimpun dan mengumpulkan ilmu-ilmu yang sudah tersebar di seluruh daerah. Dan darisanalah terbentuknya pendidikan dari PAUD sampai Perguruan Tinggi.  agar memudahkan manusia dewasa dalam mencari ilmu dan bisa mengaplikasi ilmu tersebut baik dalam lingkup kecil seperti keluarga maupun dalam lingkup yang besar yaitu masyarakat.

semoga para manusia dewasa dalam mencari ilmu di perguruan tinggi bisa diaplikasikan di masyarakat dan menjadi tetesan embun di tengah gersangnya kehidupan ini.

 

karimun, Oktober 2021

penulis

M. Vriyatna, M.I.Kom

 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close