Artikel Mahasiswa

Membentuk Sikap Mahasiswa STIT Mumtaz

Membentuk sikap pada Mahasiswa sebetulnya sangat mudah, hanya saja diharapkan kepada Dosen atau pembina untuk bersabar dalam membina dan memberi Nasehat, karena mahasiswa pada dasarnya dapat dengan sangat mudah untuk di bentuk kepribadian atau akhlak (karakter) yang diharapkan dari lulusan sekolah STIT Mumtaz.

karena pada dasarnya untuk membentuk karakter pada diri mahasiswa terletak pada dosen itu sendiri, jadi untuk membentuk karakter pada mahasiswa di harapkan kepada Dosen untuk menjadi suri tauladan pada mahasiswanya, karena salah satu kunci kesuksesan mahasiswa terletak pada dosen itu sendiri.

Dosen diharapkan dapat berpikir bagaiamana cara agar menjadi teladan bagi mahasiswanya, tentunya untuk bisa saling berkomunikasi dengan baik mestilah ada bantuan Allah di dalamnya, sebagai perantara antara dosen dan mahasiswa.

Dari itu perlu nya Dosen dan Mahasiswa, mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang Rasulullah telah ajarkan yaitu Bertakwa kepada-Nya, dengan sebenar-benarnya takwa, karena Allah memonitor kita, apa-apa yang di perintahkan, maka laksanakan lah, dan jauhi apa saja yang di larang.

Sebagai Dosen yang patut diikuti (diteladani) maka perlunya, selalu mendekatkan diri kepada Allah, lewat Sholat malam misalnya, dari situ Allah lihat apa benar hambanya itu benar-benar ingin agar perubahan terjadi pada dirinya dan Mahasiswa juga harus banyak membaca Al-Quran, zikir, sholat, bersabar, dan melakukan amalan Sunnah yang lainnya.

Jika Dosen sudah menjadi teladan, maka mahasiswa akan tercerahkan, timbul rasa ingin seperti dosennya, yang tadi mahasiswa tersebut adalah lawan sekarang akan berubah menjadi sahabat, yang siap di ajak untuk berjuang bersama.

Jadi seseorang yang telah terbentuk sikap dalam dirinya, mereka tidak akan diam tanpa perubahan, jika ada dosen dan mahasiswa yang tidak ada perubahan pada dirinya maka ketakwaannya sudah pasti di ragukan, itu sudah pasti, karena ketakwaan akan menciptakan satu kondisi tertentu pada diri seseorang, karenanya dalam menilai segala sesuatu pasti berbeda antara yang bertakwa dan yang belum.

*Author: Muh. Ridwan Saga (Mahasiswa STIT Mumtaz)

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close